PASUNDANEKSPRES.CO-Deretan prestasi dan riwayat karier Dadan Handayani, eks Kepala BGN yang dicopot jabatannya dan dikabarkan dijemput Kejaksaan Agung.
Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam profil dan riwayat pendidikan Dadan Hindayana yang dirangkum Disway.id, eks Kepala BGN merupakan alumnus IPB sebagai lulusan terbaik dan pernah menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Prabowo Subianto.
Baca Juga:Prestasi dan Riwayat Karier Nanik S Deyang Kepala BGN Pengganti Dadan HindayanaFase Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Berlangsung
Usai pencopotan, beredar kabar bahwa Dadan bersama dua mantan wakil BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya dijemput oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 3 Juni 2026 sekira pukul 04.00 WIB.
Dihubungi terpisah, Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Jefri mengatakan akan membagikan kronologi detail dan kasus yang menjerat Dadan Handayani dkk.
“Nanti secara resmi dirilis sore. Termasuk soal penjemputan,” kata Jefri kepada wartawan.
Kejagung juga melakukan penggeledahan kantor BGN di Kebon Sirih, Jakarta Pusat oleh penyidik Jampidsus dengan pengawalan ketat aparat TNI.
Prestasi Dadan Handayani Eks Kepala BGN
dilansir laman resmi IPB, Dadan Handayani merupakan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dadan berkuliah di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian IPB dan lulus pada tahun 1990.
Dadan Hindayana bahkan lulus di IPB dengan torehan prestasi sebagai lulusan terbaik.
Baca Juga:Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 dalam WIB: Ramah Penonton, Banyak Laga Seru Main Jam 4 Sampai 8 PagiPerkuat Kepedulian Sosial, Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP
Pada tahun 1995-1997, ia melanjutkan pendidikannya ke Jerman dengan menempuh program penyetaraan di Universitas Rheinischen Friedrich-Wilhelms Bonn.
Lalu, mendapatkan gelar doktor dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000 dengan spesialisasi Entomologi Terapan.
Disertasinya mengenai interaksi predator serangga membuahkan publikasi internasional.
Keberhasilannya itu bahkan telah diakui dunia dan telah mendapatkan ratusan sitasi hingga saat ini.
Sosoknya sangat berdedikasi untuk kampus dan negara.
Bahkan, dedikasinya terhadap IPB dan negara membuatnya mendapatkan berbagai apresiasi, baik tingkat nasional hingga internasional.
Dadan mendapatkan penghargaan dari negara melalui Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI untuk pengabdian X, XX, hingga XXX tahun yang ia raih pada 2007, 2019, dan 2023.
Mendapatkan pengakuan dari PBB melalui Food and Agriculture Organization (1992) dan Bappenas (1994) atas kontribusi dalam pengendalian hama.
