Buntut Video Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang, Polisi Periksa 7 Orang, Manajemen Ikut Diinterogasi

Buntut Video Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang, Polisi Periksa 7 Orang, Manajemen Ikut Diinterogasi.
PESTA GAY KARAWANG - Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan. Kombes Hendra Rochmawan ungkap perkembangan kasus video viral dugaan pesta sesama jenis di Theater Night Mart Karawang.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO-Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan informasi terkait tindaklanjut video viral dugaan perbuatan cabul sesama jenis yang tersebar di media sosial.

Kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polres Karawang.

Menurutnya, kasus ini berdasarkan laporan nomor: LI/06/VI/2026/RES PPA DAN PPO, tanggal 08 Juni 2026.

Peristiwa itu terjadi Minggu (7/6/2026) pukul 01.00 WIB di Theatere Night Mart Jalan Tuparev no. 63 Rt. 002 Rw. 031, Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat, Karawang.

Baca Juga:Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran Kabinet Merah PutihKorlantas Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh karena Fokus Persiapan Hari Bhayangkara

“Pada Minggu itu telah beredar luas di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria berjoget dan berpelukan secara berpasangan di sebuah tempat hiburan malam yang diduga berlokasi di Theatre Night Mart, Kabupaten Karawang.

Video berdurasi sekitar 12 detik tersebut kemudian viral dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat,” katanya, Selasa (9/6/2026).

Pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan, mendatangi tempat kejadian, serta melakukan koordinasi dengan JPU.

Hasil koordinasi, disepakati penerapan Pasal 406 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Setiap Orang melanggar kesusilaan di Muka Umum atau melanggar kesusilaan di muka orang lain yang hadir tanpa kemauan orang yang hadir tersebut.

“Kami sudah interogasi terhadap managemen dan pengelola Theater Night Mart pada Selasa (9/6/2026) berdasarkan undangan klarifikasi.”

“Kami juga menyelidiki dan mencari orang-orang/pasangan sesama jenis yang terdapat dalam video viral tersebut. Sudah tujuh orang yang sudah diperiksa,” kata Hendra.

R.

0 Komentar