PASUNDANEKSPRES.CO- Presiden Amerika, Donald Trump ungkap kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tercapai.
Dengan adanya perjanjian gencatan senjata dengan Iran, Trump juga mengatakan jika Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran yang dalam beberapa bula ini ditutup.
Kesepakatan tersebut juga dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada hari Minggu 14 Juni dan akan segera mengakhiri permusuhan antara Iran degan Amerika.
Baca Juga:Indonesia Pantau Konflik AS-Iran Usai Selat Hormuz Ditutup, RI Andalkan Minyak AfrikaWali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota dari Dahlan Iskan
Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 80, Trump pada hari Minggu, mengatakan jika kesepakatan tersebut memungkinkan pelayaran bebas bea melalui Selat Hormuz
Kabar ini juga disampaikan oleh Trump melalui akun media sosialnya pada Senin 15 Juni 2026 pukul 4:29 pagi waktu setempat.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump di Truth Social.
“Selamat kepada semuanya! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tulisnya.
“Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tambahnya.
Dalam postingan berikutnya yang tak lama berselang, Trump menuliskan kesepakatan Besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh kawasan.
“Banyak presiden telah mencoba untuk berdamai dengan Iran, dan semuanya gagal sebelum saya. Para pemimpin kawasan, untuk pertama kalinya, telah menemukan seorang Presiden yang dapat membantu mereka mencapai perdamaian sejati”.
Baca Juga:FIFA Ubah Aturan Transfer Mulai 2027, Pemain Berhak Dapat 5 Persen Biaya TransferPengamat Sebut Persija Berpeluang Rekrut Anak Emas Shin Tae-yong
“Dengan dibukanya selat setelah penandatanganan kesepakatan pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir di kedua ujungnya lagi untuk kawasan, dan dunia!” tulisnya.
Sedangkan dalam wawancara yang dilansir oleh New York Times, Trump menyampaikan jika Amerika dapat memulai kembali operasi militer atau menjadi penjaga Timur Tengah dengan imbalan 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.
Namun tidak dijelas apakah wawancara tersebut dilakukan setelah kesepakatan diumumkan.
Trump menyampaikan pengumuman ini setelah Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif mengungkapkan bahwa kesepakatan itu untuk mengakhiri pertempuran di semua lini, termasuk di Lebanon.
“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI. Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” tulis Sharif dilansir dari Al Jazeera.
