PASUNDANEKSPRES.CO – Persija Jakarta berpotensi menjadi pelabuhan baru bagi sejumlah pemain Timnas Indonesia yang selama ini identik dengan pelatih Shin Tae-yong.
STY sapaan karibnya, baru diperkenalkan Persija Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026 di Jakarta Internasional Stadium (JIS) usai memutus kontrak dengan Mauricio Souza.
Setelah resmi menunjuk pelatih asal Korea Selatan tersebut sebagai nahkoda baru tim, berbagai spekulasi transfer mulai bermunculan.
Baca Juga:Buntut Video Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang, Polisi Periksa 7 Orang, Manajemen Ikut DiinterogasiPengamat Minta Kejagung Terbuka Usut Pihak Terlibat Korupsi MBG: Jangan Ada Tebang Pilih
Pengamat sepak bola, Kesit Budi Handoyo menyampaikan bahwa sebagian besar pemain skuad Garuda berpeluang berlabuh ke Macan Kemayoran.
Beberapa nama yang santer dikaitkan dengan Macan Kemayoran antara lain Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, dan Marselino Ferdinan.
Selain itu, dua pemain abroad Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy, juga disebut masuk dalam radar klub ibu kota.
Mereka adalah Asnawi Mangkualam, Pratama Arkhan dan Marselino Ferdinan.
Kehadirannya langsung memunculkan prediksi bahwa sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengannya di Timnas Indonesia berpotensi mengikuti jejak sang pelatih ke Persija.
Pasalnya, juru taktik asal Korea Selatan sempat menahkodai skuad Garuda selama kurang lebih lima tahun.
Dengan begitu, peluang tersebut terbuka lebar melihat sebagian besar skuad Oranye diisi oleh pemain Timnas Indonesia.
“Bisa saja. Yang jelas saat ini ada beberapa pemain timnas id Persija yang pernah bersama STY, seperti Rizky Ridho, Witan, Jordy Amat, Reyhan Hanan dan Fajar Faturahman,” kata Kesit saat dihubungi disway.id pada Rabu, 10 Juni 2026.
Baca Juga:UU Polri Baru, Masa Usia Pensiun Jadi 60 Tahun Bagi yang Punya Keahlian KhususKetum YLBHI Diperiksa Soal Penyiraman Andrie Yunus, Desak Segera Naikkan Status Perkara
Lebih lanjut, Kesit menjelaskan bahwa STY tentu memiliki gambaran jelas mengenai kebutuhan tim yang harus diperbaiki untuk menghadapi kompetisi musim depan.
Menurutnya, strategi yang akan diterapkan pelatih berusia 56 tahun itu dipastikan berbeda dibandingkan era kepelatihan sebelumnya.
“Pastinya Shin Tae-yong yang lebih tahu apa yang harus dibenahi di Persija. Yang jelas, metode dan skema yang diusungnya pasti berbeda dengan pelatih Persija sebelumnya,” ucap dia.
Ia menambahkan, karakter kepelatihan Shin Tae-yong selama ini dikenal sangat menekankan disiplin, kekuatan fisik, serta stamina tinggi sebagai fondasi utama dalam menjalankan taktik permainan.
“Kita tahu Shin terkenal sebagai pelatih dengan disiplin tinggi, mengandalkan power dan stamina sebagai modal menjalankan pola permainannya,” pungkas Kesit.
