Tragedi Kematian 5 Calon Manajer KDKMP di Pelatihan Latsarmil: Target Ambisius Pemerintah?

Tragedi Kematian 5 Calon Manajer KDKMP di Pelatihan Latsarmil: Target Ambisius Pemerintah?
Program pelatihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Kampung Nelayan kini menjadi sorotan usai lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama pelaksanaan program-Istimewa.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO-Program pelatihan dasar militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Kampung Nelayan kini menjadi sorotan usai lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama pelaksanaan program.

Peristiwa tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan, termasuk mengubah nama dan pendekatan program.

Kasus ini memunculkan perhatian publik terhadap aspek keselamatan peserta, transparansi penyelenggaraan pelatihan, hingga relevansi pendekatan militer dalam pembentukan calon manajer koperasi.

Baca Juga:Usai Dievaluasi, Pengurus Koperasi Merah Putih Tak Lagi Disiapkan Jadi KomcadKucing Hitam Pembawa Sial? Ini Sejarah, Mitos, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui

Latsarmil sebenanrnya dirancang untuk membentuk karakter dan kepemimpinan bagi calon manajer Koperasi Merah Putih (KMP), namun kini menghadapi ujian serius.

Penyebabnya bukan target ambisius pemerintah atau besarnya jumlah peserta yang terlibat, melainkan kematian lima peserta yang terjadi di tengah pelaksanaan program.

Peristiwa tersebut mengubah persepsi publik terhadap latsarmil.

Program yang semula dipromosikan sebagai sarana pembentukan disiplin kini menghadapi tuntutan transparansi dan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan peserta.

Di tengah minimnya penjelasan resmi yang komprehensif mengenai seluruh kasus kematian, pertanyaan publik terus bermunculan.

Kemhan: Tidak Ada Latihan Fisik Berat pada Tahap Awal

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen Ketut Gede Wetan menyebut materi yang diberikan kepada calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan tidak ada latihan fisik berat.

Ia menjelaskan ada beberapa tahapan dalam latihan tersebut.

“Proses latihan ini atau pendidikan ini pada tahap pertama adalah penanaman disiplin atau national building melalui bela negara,” ujar dia.

Pada fase awal tersebut, kegiatan fisik yang diberikan kepada peserta meliputi senam, jalan kaki, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta Peraturan Penghormatan Militer (PPM).

Baca Juga:Sempat Viral di Media Sosial, Fakta Baru Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah TerungkapiShowSpeed Menangis Histeris Usai Portugal Tersingkir, Air Mata Cristiano Ronaldo Sentuh Penggemar

“Jadi belum ada kegiatan yang memang menentukan kegiatan fisik berat. Proses ini dilaksanakan secara bertahap dan bertingkat dan berlanjut,” ujar dia.

Setelah peserta menjalani fase pembentukan disiplin dan wawasan kebangsaan, mereka akan mengikuti materi manajerial yang berjalan secara paralel.

Untuk calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, materi manajerial diberikan oleh Kementerian Koperasi.

Sementara bagi peserta program Kampung Nelayan Merah Putih, materi manajerial dibimbing oleh Kementerian Kelautan.

0 Komentar