PASUNDANEKSPRES.CO-Mitos kucing hitam sebagai pembawa sial sudah lama dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Hingga kini masih banyak orang yang percaya bahwa bertemu atau dilewati kucing hitam bisa membawa nasib buruk.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua budaya memandang kucing hitam secara negatif?.
Baca Juga:Resmi! Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026, Cek Daftar Lengkap Pertalite hingga Pertamax TurboKementerian PANRB Percepat Transformasi Digital Bansos, Siap Beroperasi Secara Nasional
Di sejumlah negara, hewan berbulu gelap ini justru dipercaya membawa keberuntungan, rezeki, bahkan menjadi simbol perlindungan.
Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul mitos tersebut? Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah, kepercayaan dari berbagai belahan dunia, hingga fakta ilmiah tentang kucing hitam.
Awalnya Kucing Hitam Justru Dianggap Hewan Suci
Jauh sebelum identik dengan kisah horor dan dunia mistis, kucing hitam pernah mendapat tempat istimewa dalam peradaban kuno.
Di Mesir Kuno, seluruh kucing, termasuk yang berwarna hitam, sangat dihormati karena dikaitkan dengan Dewi Bastet, sosok yang melambangkan perlindungan keluarga, kesuburan, dan kelembutan.
Pada masa itu, membunuh kucing bahkan dianggap sebagai pelanggaran berat karena hewan tersebut dipercaya membawa keberkahan bagi pemiliknya.
Pandangan terhadap kucing hitam mulai berubah drastis ketika Eropa memasuki Abad Pertengahan.
Saat itu masyarakat diliputi ketakutan terhadap ilmu sihir, penyihir, dan berbagai hal yang dianggap berhubungan dengan kekuatan gelap.
Baca Juga:Prabowo Sebut Dapur MBG Milik Polri Diakui Lembaga InternasionalJaringan Gelap Sianida Ilegal Terbongkar! Bareskrim Polri Sita 18,1 Ton Senilai Miliaran Rupiah
Warna hitam kemudian diasosiasikan dengan malam, kematian, serta dunia supranatural. Akibatnya, kucing hitam mulai dicap sebagai hewan yang memiliki hubungan dengan penyihir.
Muncul pula berbagai legenda yang menyebut penyihir mampu berubah wujud menjadi kucing hitam untuk menghindari kejaran masyarakat.
Salah satu kisah yang cukup terkenal berasal dari Inggris. Dalam cerita rakyat tersebut, seorang wanita yang dituduh sebagai penyihir menghilang saat dikejar warga.
Tak lama kemudian, seekor kucing hitam terlihat keluar dari lorong gelap sehingga masyarakat percaya wanita itu telah berubah menjadi kucing.
Walaupun hanya legenda, kisah semacam ini menyebar luas dan memperkuat citra negatif terhadap kucing hitam selama berabad-abad.
Mitos yang Justru Memperburuk Wabah
Ketakutan terhadap kucing hitam ternyata pernah menimbulkan dampak yang tidak disadari masyarakat.
Pada masa merebaknya Wabah Hitam di Eropa, banyak orang memburu dan membunuh kucing hitam karena menganggapnya sebagai pembawa kesialan.
