PASUNDANEKSPRES.CO – Penanganan terhadap rekening nasabah semestinya menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak. Setidaknya, kasus yang menimpa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diharapkan tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Sentimen negatif turut membayangi pergerakan saham bank BUMN tersebut sepanjang perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Hingga akhir sesi, saham BMRI terkoreksi 0,47% atau 20 poin ke posisi Rp4.200 per saham.
Tekanan terhadap saham BMRI sebenarnya sudah terlihat sejak sesi I perdagangan pada hari yang sama. Saham tersebut sempat melemah 30 poin atau 0,71% ke level Rp4.190 per lembar. Sebagai pembanding, pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, saham Bank Mandiri masih berada di posisi Rp4.220.
Baca Juga:Lagu Bupati Purwakarta Viral, Ini Alasan "Lalaki Langit Lalanang Bejat" Tuai KontroversiPedagang di Puncak yang Digusur Dijanjikan Modal Rp10 Juta dan Peluang Kerja oleh Dedi Mulyadi
Penurunan saham BMRI berlangsung ketika perhatian masyarakat tengah tertuju pada persoalan penanganan rekening milik Supriyono, warga Pati, Jawa Tengah. Rekening tersebut diketahui digunakan untuk menampung dana donasi.
Dalam perkembangan berikutnya, sejumlah warga Pati berencana datang ke Jakarta untuk melakukan aksi demonstrasi di DPR pada 27 Agustus mendatang. Mereka membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan yang sama bergerak di kisaran 6.474 hingga 6.551. Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup turun 24,02 poin atau 0,37% ke level 6.501,6.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi tercatat mencapai 35,8 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp14,29 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 2,19 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan pada hari tersebut, sebanyak 259 saham tercatat menguat. Sebaliknya, 367 saham mengalami penurunan, sedangkan 166 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Bank Mandiri sebelumnya menjadi perhatian publik setelah melakukan pemblokiran terhadap rekening Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB).
Rekening tersebut diblokir pada Sabtu (22/8/2026), yang kemudian diketahui berpengaruh terhadap kebutuhan logistik puluhan demonstran asal Pati yang sedang berada di Jakarta.
Baca Juga:Jadwal Pertandingan Brasil vs Haiti di Piala Dunia 2026Nonton Mahkota Tersembunyi Drama China Sub Indo Full Episode
Rekening Botok yang dibekukan tersebut diketahui menyimpan dana operasional senilai Rp80,9 juta. Dana tersebut berasal dari gabungan uang pribadi Supriyono dan donasi masyarakat yang diperuntukkan bagi kebutuhan logistik, konsumsi, serta akomodasi peserta aksi.
