Suarakan Kritik, Jokowi Desak Perbaikan Format Debat Capres

rencana mundur mahfud md
Jokowi
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya terkait ketegangan dalam debat Calon Presiden (Capres) pada akhir pekan lalu. Jokowi mengecam jika debat lebih cenderung menyerang pribadi daripada membahas substansi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar format debat diperbaiki agar lebih mendidik masyarakat. “Debat perlu diformat dengan lebih baik, ada aturan yang jelas sehingga lebih bermutu. Meskipun saling serang diperbolehkan, yang harus diserang adalah kebijakan, keputusan, dan visi, bukan dengan motif-motif personal yang dapat merugikan dan tidak mendidik,” tegasnya.

Mengenai rasio utang, Jokowi menegaskan bahwa saat ini kondisinya masih aman dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang keuangan Negara, yang mengatur maksimal 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga:Suzuki Jimny 5-Pintu Siap Menggebrak Pasar, Siapkan Rp 20 Juta untuk Booking!Antisipasi Gerhana Matahari Total 2024, Indonesia Kembali Terdampak?

Rasio utang Indonesia juga mencatat perbaikan signifikan. Hingga akhir November 2023, rasio utang terhadap PDB mencapai 38,11%, dengan nilai utang mencapai Rp 8.041 triliun.

“Rasio itu lebih baik dari Desember 2022 yang mencapai 39,7%, dan turun dari puncak rasio utang di tengah pandemi pada Desember 2021 sebesar 40,7%. Undang-Undang mengizinkan hingga maksimal 60%, dan kita masih berada dalam kondisi yang baik dan aman, masih di bawah 40%,” jelas Jokowi.

Menanggapi skor di bawah 5 untuk Kementerian Pertahanan, Jokowi enggan memberikan jawaban. Ia menyerahkan hal tersebut kepada Prabowo Subianto untuk menjawab secara langsung.

0 Komentar