“Ruang Lingkup dan Kedudukan Filsafat Ilmu”

"Ruang Lingkup dan Kedudukan Filsafat Ilmu"
0 Komentar

Menurut Hamdi dkk (2021: 26) bahwa Filsafat adalah cikal bakal ilmu pengetahuan ilmiah (mater scientiarum) yang memunculkan beberapa ilmu pengetahuan yang dibahas dan diselidiki di dalamnya. Sejarah ilmu pengetahuan, khususnya selama Revolusi Ilmiah pada abad ke-17, memberikan contoh konkret tentang bagaimana penggunaan metode ilmiah dan pemikiran filosofis memajukan pengetahuan manusia. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan berfungsi sebagai pedoman kritis, sarana untuk mengkaji ulang pemahaman yang ada, dan mendorong untuk meningkatkan kualitas berpikir dan tindakan ilmiah. Oleh karena itu, filsafat ilmu memiliki peranan yang signifikan dalam memperkaya dan mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan, memberikan kerangka pemikiran yang dalam dan luas untuk mendukung kemajuan intelektual manusia.

Hubungan Filsafat Ilmu dengan Disiplin Ilmu Lain
Dalam filsafat ilmu, terdapat tiga istilah yaitu epistemologis, ontologis, dan metodologis yang merujuk pada dimensi-dimensi berbeda yang membentuk dasar pemahaman dan penelitian ilmiah. Noeng Muhadjir (1998: 49) berpendapat bahwa pilar dasar dalam filsafat ilmu terdiri dari tiga aspek, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga pilar dasar filsafat ilmu ini diperlukan untuk menjawab pertanyaan mendasar dan penting yang tidak dapat ditangani oleh metode ilmiah tertentu, dengan menggunakan pendekatan metodis, sistematis, kritis, dan berdasarkan bukti-bukti.

Sesuai dengan pendapat Suseno bahwa pertanyaan tentang hubungan interdisipliner antara realitas dan manusia secara keseluruhan tidak dapat dijawab oleh ilmu-ilmu yang berdiri sendiri, karena ilmu-ilmu ini tidak memiliki sarana teoretis untuk membahasnya (Filsafat Ilmu: Inti Filsafat Ilmu Pengetahuan, Yosephus Sudiantara, Hal:113). Melalui pendekatan filsafat ilmu, kita dapat menggunakan kerangka kerja analisis yang mendalam, memperluas interpretasi terhadap fenomena yang kompleks, dan mendorong kolaborasi interdisipliner. Dengan demikian, filsafat ilmu bukan hanya sebuah refleksi intelektual, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memahami kompleksitas ilmu dan menjembatani kesenjangan di antara berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Baca Juga:Urgensi Assesmen Diagnostik dalam PembelajaranTantangan Biaya Pendidikan di Sabah: Sumbangan Pemerintah yang Besar, Namun Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Ontologis
Pengertian Ontologis menurut ahli:
Robert Arp dkk (2015:71), Ontologies allow us to precisely define things and their interconnections inside a certain area.
Barry Smith (2012:47) Ontology as a branch of philosophy is the science of what is, of the kinds and structures of objects, properties, events, processes and relations in every area of reality.

0 Komentar