Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?

Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?
0 Komentar

Oleh: Humam Nuralam, S.Pd., Gr.

(Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia)

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Falsification (Oxford, 2023a) is the act of changing a written record or information so that it is no longer true. Prinsip falsifikasi Karl Raimund Popper (Riski, 2021) menganut paham bahwa suatu teori hanya akan sangat bermakna apabila telah dapat difalsifikasi (dibuktikan salah), bukan hanya melalui proses pembuktian kebenaran dengan melakukan verifikasi. Jika memandang suatu teori tersebut salah, maka berbagai upaya yang dilakukan untuk membuktikan teori tersebut memang salah, sehingga akan dibuatkan teori baru untuk menggantikannya. Hal ini yang juga disebut kritik oleh Popper, dan bahwa hanya dengan keberlangsungan adanya kritik seperti inilah ilmu pengetahuan akan terus mengalami perkembangan (Komarudin, 2016).

Popper (1902-1994) adalah seorang filsuf yang lahir di Austria, tetapi sebagian besar hidup akademiknya dihabiskan di Inggris. Kontribusi filsafat terkenalnya adalah advokasi terhadap proses falsifikasi sebagai alternatif untuk induksi ketika berkaitan dengan pemahaman ilmu pengetahuan. Ia berpendapat bahwa metodologi ilmu pengetahuan bukanlah dengan perlahan-lahan dan secara induktif membangun argumen untuk generalisasi, melainkan dengan merumuskan generalisasi berani dan kemudian mencari cara untuk membuktikan kesalahannya dengan menemukan contoh-contoh yang bertentangan dengan generalisasi tersebut (Pritchard, 2013).

Popper mencoba merumuskan suatu langkah untuk menguji sebuah teori, semua langkah tersebut harus dilakukan tahap demi tahapan. Langkah-langkah yang dimaksud dijelaskan oleh Popper sebagai berikut (Riski, 2021):

Baca Juga:Masjid Dan Pendidikan MultikulturalReliabilisme: Teori Kebenaran dalam Filsafat Ilmu

  1. Melakukan perbandingan-perbandingan secara logis dan ilmiah terhadap teori-teori yang ada, sehingga diketahui konsistensi internal dari teori tersebut.
  2. Selanjutnya melakukan penyelidikan atas validitas ataupun kesesuaian teori tersebut dengan logika berpikir, sehingga akan diketahui apakah terdapat ciri empiris atau ilmiah dari teori tersebut.
  3. Melakukan perbandingan antara teori satu dengan teori yang lain untuk mengetahui apakah teori tersebut telah tahan uji atau belum.
  4. Langkah terakhir adalah penerapan empiris, setelah seluruh langkah sebelumnya telah diterapkan.

Suatu Studi Falsifikasi : Apakah Terdapat Penalaran Spasial yang Tidak Mempengaruhi Pembelajaran Geometri?

Gambar 1. Siklus Falsifikasi Ilmu Pengetahuan (Prabowo, 2021)

 

Penalaran spasial umumnya dianggap dalam hal visualisasi spasial, rotasi mental, dan orientasi spasial (Lowrie et al., 2016)

0 Komentar