Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Efektif Antara Auditor dan Auditee Jadi Faktor Krusial dalam Pelaksanaan Peran dan Fungsi Itjen Kemenkumham

Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Efektif Antara Auditor dan Auditee Jadi Faktor Krusial dalam Pelaksanaan Peran dan Fungsi Itjen Kemenkumham
0 Komentar

Dalam Ilmu Komunikasi menurut Dr Aqua Dwipayana ada yang disebut dengan istilah ‘irreversible effect’ atau dampak dari pernyataan sebuah komunikasi yang tidak bisa ditarik kembali karena kadung sudah terjadi dampak akibat pernyataan kita. Pesan yang sudah kita sampaikan pertama kali itu berdampak sangat besar.

“Mereka yang tersakiti, tentunya akan menerima permintaan maaf dari orang yang ucapannya menyakiti. Namun batinnya yang sudah terlanjur luka, butuh waktu lama untuk menyembuhkannya,” tutur pria yang selalu mengingatkan setiap orang agar hati dan pikirannya bersih dan jangan membiarkan setitik noda pun masuk ke dalam dirinya.

Menurut Dr Aqua Dwipayana, dalam setiap pesan komunikasi yang sudah disampaikan, kalaupun ada ralat atau revisi, dampak yang dirasakan pertama kali tidak bisa serta-merta terhapus oleh ralat itu. Itulah yang disebut “irreversible effect” dalam komunikasi. “Pikirkan dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, itulah peribahasa yang mencerminkan kearifan lokal orang tua kita dulu,” demikian ditegaskan pria yang selalu menghormati semua orang secara universal ini.

Sepuluh Pesan Bernas

Baca Juga:Tempat Ngopi Baru di Subang, Yuk Cobain Datang ke Cafe Bukit RinduDr Aqua Dwipayana Ingatkan Program Jembrana Emas 2026 Jangan Sampai Layu Sebelum Berkembang

Dalam paparan menjelang sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi, Dr Aqua Dwipayana menyinggung kembali sepuluh pesan yang selalu digaungkan oleh Razilu selaku Inspektur Jenderal Kemenkumham ke-16. Pembicara laris itu sangat mengapresiasi isinya. Kesepuluh pesan tersebut adalah:

1. Libatkan Allah Yang Maha Kuasa pada setiap karya, kerja, bahkan dalam setiap urusanmu.
2. Laksanakan pengabdian dengan ikhlas, jujur, dan berintegritas serta tidak menyalahgunakan kewenangan.
3. Pastikan setiap karya dan kerjamu selalu bermanfaat seraya terus torehkan berbagai prestasi demi kebanggaan organisasi.
4. Patri rasa bangga, rendah hati, dan empati dalam memberikan pelayanan.
5. Terus berinovasi dan kembangkan kreativitas, sehingga mampu beradaptasi menghadapi setiap perubahan.
6. Hargai setiap orang dan ciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mewujudkan kedamaian serta keharmonisan dalam berorganisasi.
7. Tingkatkan kapasitas dan kompetensi sehingga mampu melakukan perbaikan tiada henti dalam pelayanan publik yang berkualitas.
8. Bersyukur dengan apa yang ada serta jalani hidup sederhana secara halal untuk mengundang ketenangan dan kebahagiaan.
9. Sikapi setiap keberhasilan yang sedang tertunda dengan sangka baik dan rasa optimis untuk kesuksesan selanjutnya.

0 Komentar