SUBANG-Retribusi dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Subang baru mencapai Rp800 jutaan. Namun karena el nino, target untuk PAD tersebut tidak tercapai hingga saat ini. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, mengklaim pendapatan dari bulan Januari 2023 hingga sampai saat ini terkendala dari produksi ikan yang kian menurun.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang H Hendrawan mengatakan, target retribusi PAD mencapai Rp900 jutaan. Pihaknya mengklaim, untuk realisasi saat ini baru mencapai 85 persen saja.
Menurutnya, pengaruh El nino memang mempengaruhi dalam pencapaian retribusi PAD di tahun 2023 karena produksi menurun. “PAD baru nyampe 85 persen,” katanya.
Baca Juga:Selebgram Karawang Dipolisikan Mantan Pembalap NasionalCovid-19 Varian Omicron Belum Ditemukan di Subang
Dijelaskan Hendrawan, mengenai retribusi tahun 2023 ini pihaknya tidak yakin bisa menembus target. Walaupun dalam implementasinya 1,8 persen diberlakukan dalam retribusi untuk satu kalo transaksi di tempat pelelangan ikan.
Ia menyebut ada 15 ribu ton hasil laut transaksi di 9 TPI Kabupaten Subang, dimana hasil tersebut masih kurang jika melihat dengan potensi yang ada.
“Dari Januari 2023 sampai saat ini ada 15 ribu ton hasil laut, yang bertransaksi di 9 TPI,” katanya.
Hendrawan mengatakan, dampak gejala alam sulit diprediksi, sehingga hasil tangkapan nelayan pun sulit diketahui. Pihaknya meminta kepada TPI bisa lebih menjangkau bakul-bakul liar agar bisa meminimalisir transaksi di luar retribusi.
“Bakul liar? Ya susah diprediksi jumlahnya. Yang jelas, kita minta ke TPI agar bisa meminimalisir mereka,” jelasnya.
Sementara itu, nelayan Subang Wastim mengatakan, untuk tangkapan ikan di tahun 2023 terkendala dengan El nino, dimana tangkapan menurun. Ia yang menggunakan kapal di bawah 5GT. tidak bisa mendapatkan tangkapan dengan maksimal.
Ini semua pengaruh El nino,” katanya.
Wastim meminta kepada Dinas Perikanan dan Kelautan, agar mengusulkan bantuan kapal dengan ukuran di atas 5GT, sehingga bisa melaut dengan titik terjauh diperairan Subang.
“Minimal dengan jarak jauh, tangkapan juga maksimal,” pungkasnya.(ygo/ery)
