Cerita Kenaikan Harga Plastik yang Pelan Tapi Terasa, Keluhan dari Dapur hingga Dunia Usaha

Cerita Kenaikan Harga Plastik yang Pelan Tapi Terasa, Keluhan dari Dapur hingga Dunia Usaha.
kenaikan harga plastik mulai terasa pelan tapi pasti—bukan lewat lonjakan besar, melainkan tambahan kecil pada harga makanan, berkisar Rp500 hingga Rp1.000.--Radar Cirebon.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Dari dapur rumah, kenaikan harga plastik mulai terasa pelan tapi pasti—bukan lewat lonjakan besar, melainkan tambahan kecil pada harga makanan, berkisar Rp500 hingga Rp1.000.

Bagi Afriani Respati, seorang ibu rumah tangga, perubahan itu mungkin terlihat sepele. Namun, ketika terjadi berulang, ia menjadi sinyal bahwa biaya hidup perlahan merangkak naik.

“Lumayan terasa ya, beberapa barang jadi ikut naik, terutama makanan karena kan perlu pembungkus,” ujarnya.

Baca Juga:Link UMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana ModernKemenag Siapkan Afirmasi dan Beasiswa untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Pesantren

Sementara untuk kebutuhan seperti sayur mayur dan sembako, dampaknya relatif kecil karena ia sudah terbiasa membawa tas belanja sendiri.

“Kalau beli sayur atau sembako saya biasanya bawa kantong sendiri, jadi jarang pakai plastik dari penjual,” katanya.

Meski demikian, Ria sapaannya, kenaikan harga makanan tersebut tidak terlalu signifikan.

Ia juga belum melihat adanya perubahan signifikan pada ukuran kemasan produk seperti minyak goreng atau kebutuhan rumah tangga lainnya.

Ria mengaku sudah mulai mengurangi penggunaan plastik sejak beberapa tahun terakhir.

Namun, ia mengakui belum sepenuhnya bisa lepas dari plastik, terutama saat membeli makanan dari pedagang.

“Memang sudah mulai beralih, bawa tas belanja sendiri ke pasar. Tapi tidak bisa semuanya, apalagi kalau beli makanan pasti masih dibungkus plastik,” jelasnya.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Bakal Sulap Jembatan Cirahong Jadi Tempat Wisata dengan Bangunan Khas SundaHino Bus 4×4 Tangguh, Siap Taklukkan Medan Ekstrem

Ia khawatir dalam jangka panjang harga bisa terus meningkat jika tidak ada solusi terhadap bahan baku plastik.

“Sekarang memang belum terlalu besar, tapi kalau berlanjut bisa saja pedagang menaikkan harga lebih tinggi,” ujarnya

Di sisi lain, ia menilai kenaikan harga plastik memiliki sisi positif karena dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Namun, ia menilai sosialisasi masih perlu ditingkatkan, terutama di pasar tradisional.

“Masih banyak yang belum bawa tas belanja sendiri, masih bergantung sama plastik. Saya juga kadang masih begitu, apalagi kalau beli makanan jarang bawa wadah dari rumah,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pengurangan penggunaan plastik.

0 Komentar