Pasalnya, dirinya menambahkan, harga ikan sendiri kini menjadi salah satu komoditas penting yang paling besar kenaikan harganya.
“Kalau per kilonya, sebelumnya sekitar Rp43 ribu, sekarang naik jadi Rp45 ribu,” jelasnya,
Dalam hal ini, Tosa juga menambahkan bahwa dirinya juga tidak melakukan pengurangan lauk secara masif, serta tidak menaikkan harga lauk pauk di rumah makannya.
Baca Juga:Link UMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana ModernKemenag Siapkan Afirmasi dan Beasiswa untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Pesantren
“Yang tadinya satu kilo 12 potong, sekarang jadi 13. Memang tidak terlalu terlihat karena cuma satu potong, tapi harganya tetap sama,” jelas Tosa ketika ditemui oleh Disway di lokasi.
Kendati begitu, Tosa juga mengakui bahwa kenaikan harga pada komoditas pangan dan bahan baku di pasaran memang menjadi salah satu hambatan bagi para pengusaha kuliner saat ini, termasuk dirinya.
Pasalnya, kini dirinya tidak hanya harus merogoh kocek lebih besar, namun juga harus berhadapan dengan pembatasan pembelian beberapa bahan pangan seperti minyak goreng.
“Minyak tuh udah susah sekarang, beli juga dibatasi, 6 botol doang bolehnya. Kalau nggak dapet di tempat lain, nyari keliling 1 botol 12 liter,” tutur Tosa.
“Pokoknya sebisa mungkin kita pakai minyak kemasan saja, nggak pakai minyak curah karena rasanya nempel di tenggorokan,” tambahnya.
Dalam menghadapi kenaikan masif bahan baku seperti plastik di pasaran, Tosa mengakui bahwa dirinya juga harus mengurangi penggunaan plastik lebih dari satu untuk membungkus lauk.
Selain itu, dirinya juga beralih menggunakan merek plastik yang lebih murah harganya dari merek yang dipakai sebelumnya.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Bakal Sulap Jembatan Cirahong Jadi Tempat Wisata dengan Bangunan Khas SundaHino Bus 4×4 Tangguh, Siap Taklukkan Medan Ekstrem
“Paling gantinya satu doang. Jadi kalo ada yang mau pisah lauk sama nasi-nya, itu cuma boleh dipisah cuma satu doang,” jelas Tosa.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan biaya tidak hanya terjadi di sektor kuliner.
Dampaknya mulai menjalar ke berbagai industri lain, termasuk sektor apparel yang juga bergantung pada stabilitas harga bahan baku.
Pemilik usaha jersey custom Becks Apparel, Taufiq, mengatakan inflasi memberikan dampak nyata terhadap perencanaan bisnis yang dijalankannya.
Ketidakstabilan harga membuat pelaku usaha harus lebih adaptif dalam mengatur strategi produksi dan operasional.
