“Harapannya pemerintah bisa mengatasi kenaikan ini supaya tidak berdampak ke harga bahan lain, sekaligus lebih gencar sosialisasi pengurangan plastik,” tutupnya.
Di sisi lain, ibu rumah tangga, Menda Clara mengaku kenaikan harga plastik tak berdampak pada kehidupannya.
Sebab, ia sudah mulai mengurangi ketergantungan pada plastik sejak dua tahun terakhir.
Menda mengatakan saat berbelanja ia selalu membawa tas belanjaan sendiri.
Baca Juga:Link UMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana ModernKemenag Siapkan Afirmasi dan Beasiswa untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Pesantren
“Sejauh ini tidak terlalu berpengaruh, sebab sudah sejak dua tahun terakhir mengurangi penggunaan plastik dalam kebutuhan rumah tangga. Saat belanja saya lebih sering membawa sendiri tas atau kantong belanja kain,” kata Menda.
Ia pun mengaku telah beralih ke berbagai alternatif ramah lingkungan, seperti penggunaan tas belanja kain.
Selain itu, dalam pengelolaan sampah rumah tangga, ia mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya dan menggunakan wadah terpisah sebelum diangkut petugas kebersihan.
“Kalau sampah, saya pisahkan sesuai jenisnya dan ditaruh di wadah berbeda dan langsung diangkat oleh petugas kebersihan,” jelasnya.
Terkait kebutuhan pokok, ia menyebut kenaikan harga plastik belum berdampak pada harga bahan makanan maupun ukuran produk kemasan seperti minyak goreng dan deterjen.
“Sejauh ini belum ada perubahan,” tambahnya
Ia menilai kenaikan harga plastik dapat menjadi momentum untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Sebenarnya ini menjadi momentum paksaan. Jika mau dilihat dari sisi positif, dengan kenaikan plastik, diharapkan ada perubahan perilaku konsumen, dari penggunaan plastik (sekali pakai) menjadi tas kain yang bisa digunakan berulang,” imbuhnya.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Bakal Sulap Jembatan Cirahong Jadi Tempat Wisata dengan Bangunan Khas SundaHino Bus 4×4 Tangguh, Siap Taklukkan Medan Ekstrem
Kenaikan kecil yang dirasakan di tingkat rumah tangga itu sejatinya berakar dari tekanan yang lebih besar di sisi pelaku usaha.
Di lapangan, para pedagang harus menghadapi lonjakan harga bahan baku sekaligus biaya operasional, termasuk plastik yang digunakan untuk membungkus makanan.
Salah satunya adalah Tosa, seorang pemilik Rumah Makan (RM) Padang yang bertempat di wilayah Sawangan, Depok, Jawa Barat. Dalam penuturannya, dirinya mengakui bahwa hanya melakukan penyesuaian porsi terhadap menu lauk ikan.
