Menurutnya, saat ini banyak pengamat yang berkomentar dan tak sesuai dengan bidangnya.
Ia menilai sebagian dari pernyataan para pengamat tersebut justru tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” kata Seskab Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Baca Juga:Link UMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana ModernKemenag Siapkan Afirmasi dan Beasiswa untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Pesantren
Ia juga menyinggung bahwa sebagian pengamat tersebut telah lama berupaya memengaruhi opini publik, bahkan sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai presiden.
“Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya,” imbuhnya.
RENDIKA MARFIANSYAH.
