PASUNDANEKSPRES.CO- Gempa Bumi yang terjadi di Filipina dengan kekuatan 7,7 skala richter turut dirasakan warga Manado, Sulawesi Utara pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.
Gempa yang berpusat di Mindanao, Filipina itu membuat warga Kota Manado berhamburan keluar rumah serta bangunan untuk menyelamatkan diri.
Dalam salah satu rekaman video warga, sejumlah anak sekolah yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar berlari menuju area terbuka. Guncangan gempa yang kuat membuat anak-anak dan guru keluar gedung sekolah untuk mengantisipasi reruntuhan.
Baca Juga:Kelebihan Teknologi BYD DM dengan EV dan HybridAncaman Kanker Kolorektal, Indonesia Butuh Strategi Nasional
Tak hanya itu, kepanikan juga terjadi di kantor pelayanan umum seperti Rumah Sakit, Kantor Pos dan Rumah Sakit.
Warga terlihat meninggalkan gedung dan berkumpul di lapangan apel guna mencari lokasi yang lebih aman.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi berangsur kondusif setelah guncangan berhenti. Sebagian warga kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Namun, sejumlah warga memilih mendatangi kawasan pesisir untuk memantau kondisi air laut setelah beredar informasi peringatan dini tsunami melalui media sosial.
Warga mengaku tetap waspada meski kondisi air laut terlihat normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan yang mencolok.
“Terasa sekali, anak sekolah dan guru semua dievakuasi ke jalan. Mereka dipulangkan khawatir gempa susulan,” kata salah satu guru di sekolah Manado.
Gempa yang mengguncang Manado diperkirakan merupakan imbas gempa besar yang terjadi di Pulau Mindanao, Filipina.
Baca Juga:Xabi Alonso Bergerak Cepat! Rekrutan Perdana Chelsea Sudah Kunjungi CobhamPatroli Brimob PMJ di Jakut, Tiga Pria Diamankan Usai Sembunyikan Sabu di Jok Motor
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 06.42 WIB dengan status siaga untuk wilayah Sulawesi Utara.
Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang terkait perkembangan situasi pascagempa.
MUAMMAR QADDAFI
