Tak hanya Kafe de’Clan, penyidik kepolisian juga menggeledah Koin Money Changer yang berada di kawasan Cipete.
Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan pihaknya menyita 67,2 miliar dari de’Clan Signature dan Koin Money Changer yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.
“Untuk uang yang kita sita SGD3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian yang US$889.965. Kemudian uang tunai rupiah Rp259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp60 miliar. Ini di lokasi de’Clan,” kata Totok Suharyanto kepada wartawan.
Baca Juga:Usai Dievaluasi, Pengurus Koperasi Merah Putih Tak Lagi Disiapkan Jadi KomcadKucing Hitam Pembawa Sial? Ini Sejarah, Mitos, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui
“Kemudian di Money Changer ada 71 item barang bukti, kemudian ada 16 uang asing, total sekitar Rp7,2 miliar,” sambungnya.
Seluruh barang bukti telah dibawa oleh tim penyidik ke markas Polda Metro Jaya.
tidak hanya itu, penyidik isian juga membawa tiga pegawai Kafe de’Clan Signature di Cipete sebagai saksi untuk diperiksa dan dimintai keterangan.
“Ada tiga, pegawai, orang yang ada di lokasi,” ucap Toto.
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI
Tak lama penggeledahan dilakukan di de’Clan Signature dan Koin Money Changer, rumah Jampidsus Febri Adriansyah mendadak dijaga ketat oleh personel TNI di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan pada malam harinya.
Selain di depan gerbang dan dalam area rumah, sejumlah personel TNI juga tampak duduk di sekitar rumah Febrie dengan menenteng laras panjang.
Benarkah Pemilik Kafe de’Clan Cipete Jampidsus Febrie Adriansyah?
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menanggapi isu yang menyebut pemilik Kafe de’Clan di Cipete adalah milik Febri Adriansyah.
“Tahu dari mana? Silakan tanyakan sama yang tahu-tahu. Kita asasnya tetap, asas praduga tak bersalah,” kata Budi.
Baca Juga:Sempat Viral di Media Sosial, Fakta Baru Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah TerungkapiShowSpeed Menangis Histeris Usai Portugal Tersingkir, Air Mata Cristiano Ronaldo Sentuh Penggemar
“Kalau ada yang mengait-ngaitkan, itu silakan. Itu di luar dari statement kami dari kepolisian,” sambungnya.
Kafe yang dulunya bernama Gontran Cherrier ini merupakan lokasi peristiwa penguntitan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88 pada 19 Mei 2024.
Febrie dikabarkan sering menyantap sarapan di kafe tersebut.
Di sisi lain, Kafe de’Clan Signature di Cipete bukan kali pertama menjadi sasaran penggeledahan.
