Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama dan timnya tertinggal 0-2, Messi tidak kehilangan kepercayaan diri.
Sebaliknya, pemain berusia 39 tahun tersebut justru meningkatkan intensitas permainannya. Ia mulai lebih sering meminta bola, menggiring melewati lawan, dan menjadi motor kebangkitan Argentina.
“Dia baru saja memainkan pertandingan selama 120 menit sebelumnya, tetapi ketika tim membutuhkan sosok pemimpin, dia mampu menaikkan level permainannya. Itulah yang membuatnya berbeda,” tutur Henry.
Baca Juga:Usai Dievaluasi, Pengurus Koperasi Merah Putih Tak Lagi Disiapkan Jadi KomcadKucing Hitam Pembawa Sial? Ini Sejarah, Mitos, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui
Mantan penyerang Timnas Prancis itu mengaku pernah bermain bersama sejumlah legenda sepak bola seperti Zinedine Zidane, Ronaldinho, hingga banyak bintang dunia lainnya.
Meski demikian, Messi tetap menjadi sosok yang paling membuatnya kagum.
Henry mengungkapkan, dalam beberapa kesempatan ketika Messi mencetak gol luar biasa, dirinya sempat terpaku beberapa detik karena tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Baru setelah itu ia kembali fokus melanjutkan pertandingan.
Menurutnya, kemampuan Messi sering kali terasa seperti adegan dalam film Hollywood karena sulit dipercaya benar-benar terjadi di lapangan.
Messi Antar Argentina ke Perempat Final
Pada laga kontra Mesir, Argentina sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol lewat aksi Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko.
Harapan juara bertahan kembali hidup setelah Cristian Romero memperkecil kedudukan melalui sundulan.
Messi kemudian menyamakan skor pada menit ke-83 sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan di babak tambahan waktu yang memastikan Argentina menang 3-2 sekaligus melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, menghadapi Swiss.
Gol ke gawang Mesir tidak hanya menyelamatkan Argentina, tetapi juga menambah daftar rekor milik Lionel Messi.
Baca Juga:Sempat Viral di Media Sosial, Fakta Baru Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah TerungkapiShowSpeed Menangis Histeris Usai Portugal Tersingkir, Air Mata Cristiano Ronaldo Sentuh Penggemar
Kapten Albiceleste menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia FIFA secara beruntun.
Selain itu, koleksi delapan gol Messi pada Piala Dunia 2026 kini menyamai rekor Guillermo Stabile sebagai pencetak gol terbanyak Argentina dalam satu edisi Piala Dunia, yang telah bertahan sejak turnamen tahun 1930.
R.
