PASUNDANEKSPRES – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Subang, Viqri Wijaya menyampaikan, setiap perusahaan baru yang berinvestasi di Kabupaten Subang wajib memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal.
Menurut Viqri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kabupaten Subang mengalami kenaikan dari 63.260 orang pada 2024 menjadi 76.115 orang pada 2025.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD, khususnya Komisi IV yang membidangi ketenagakerjaan dan pendidikan.
Baca Juga:Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan OptimalRuko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
“Perusahaan baru di Kabupaten Subang memang harus merekrut tenaga kerja lokal karena angka pengangguran kita setiap tahun meningkat. Tahun 2024 sebanyak 63.260 orang, kemudian meningkat menjadi 76.115 orang yang tidak memiliki pekerjaan,” ujarnya Kepada Pasundan Ekspres.
Meski demikian, ia menilai persoalan penyerapan tenaga kerja lokal tidak hanya bergantung pada kebijakan perusahaan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat Subang.
Karena itu, lanjutnya, Komisi IV terus mempertanyakan kesiapan lulusan sekolah dan kesesuaian jurusan pendidikan dengan kebutuhan industri yang berkembang.
“Kita dari Komisi IV selalu bertanya apakah lulusan-lulusan kita sudah siap pakai? Apakah jurusan sekolah sudah sesuai kebutuhan perusahaan?” kata Viqri.
Dalam upaya memperkuat kualitas tenaga kerja lokal, DPRD juga terus mendorong Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk lebih proaktif menggelar pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, menurut Viqri, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala.
“Kita terus mendorong agar Disnakertrans proaktif mengadakan pelatihan-pelatihan di balai latihan kerja yang ada, tapi mereka tersenyum lesu karena anggaran 2026-2027 habis untuk merealisasikan janji bupati soal jalan kabupaten mulus 2027,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan berbagai lobi ke pemerintah provinsi hingga kementerian guna mendatangkan dukungan anggaran untuk peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Subang.
Baca Juga:Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung CaratAlbert Anggra Putra Resmi Jadi Sekretaris DPD PAN Subang, Usung Optimisme dan Semangat Konsolidasi
“Kita terus melobi dewan di provinsi untuk memberikan anggaran bagi SMA, SMK, BLK, bahkan ke Kementerian Agama untuk mendukung Madrasah Aliyah dengan program unggulan seperti vokasi dan robotic,” jelasnya.
Viqri berharap ke depan pemerintah daerah dapat menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan penguatan sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, agar masyarakat tidak hanya menikmati pembangunan fisik tetapi juga memperoleh akses pekerjaan yang layak.
