Dilarang Live Streaming dan Bawa Bendera di Masjid Nabawi

Dilarang Live Streaming dan Bawa Bendera di Masjid Nabawi
Jemaah haji memadati Masjid Nabawi di Madinah -
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO- Mengingat tingginya intensitas ibadah di Masjid Nabawi, jemaah haji Indonesia diminta senantiasa menjaga sikap dan mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan otoritas Arab Saudi.

Berbagai larangan diberlakukan dengan pengawasan ketat guna menjaga kesucian dan ketertiban rumah ibadah tersebut.

Kepala Seksi Khusus (Seksus) Nabawi Daerah Kerja Madinah, Thoriq, menegaskan bahwa ketidaktahuan terhadap aturan bukan alasan untuk terbebas dari sanksi.

Baca Juga:BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai BandungOperasional Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama

“Polisi (Askar) di sana tidak pandang bulu. Siapapun yang kedapatan melanggar pasti akan dicari dan diberikan sanksi,” tegasnya, Minggu (25/4/2026) malam.

Larangan-larangan tersebut telah disosialisasikan sejak awal melalui kloter dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Jika ingin live streaming, sebaiknya dilakukan di luar pagar Masjid Nabawi agar tidak bersinggungan dengan aturan keamanan,” saran Thoriq.

Menurutnya, sanksi yang diberikan Askar Arab Saudi disesuaikan dengan tingkat pelanggaran.

Untuk pelanggaran ringan, jemaah biasanya dimintai keterangan dan diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan.

Sementara pelanggaran berat seperti kegaduhan berlebihan, perkelahian, atau tindakan asusila dapat langsung diproses secara hukum pidana.

“Contohnya, jika kedapatan merokok, langsung dikenai denda 400 SAR. Pelanggaran lain bahkan bisa berujung pada larangan masuk ke Arab Saudi untuk waktu tertentu,” jelas Thoriq.

Pengawasan dilakukan secara ketat dengan memanfaatkan CCTV dan teknologi modern.

Baca Juga:Setelah 22 Tahun Lebih, UU PPRT Disahkan, Bukti Keberpihakan Pemerintah Melindungi Pekerja KecilDedi Mulyadi Bakal Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Ledek Guru ke Barak Militer Juni Nanti

Selain itu, banyak petugas Askar yang tidak mengenakan seragam dan sengaja membaur di antara jemaah.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Tim Seksus Nabawi menyiagakan 68 personel yang tersebar di lima pos strategis di dalam area Masjid Nabawi.

Tugas mereka antara lain membantu jemaah masuk ke Raudhah, menangani jemaah yang tersesat, kehilangan barang, atau terpisah dari rombongan.

“Petugas kami hadir untuk melayani. Kami berharap jemaah bisa fokus beribadah tanpa harus berurusan dengan aparat karena melanggar aturan yang sebenarnya bisa dihindari,” pungkas Thoriq.

Dengan patuh pada aturan yang berlaku, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi dengan khusyuk, tenang, dan aman.

Beberapa larangan keras di dalam area Masjid Nabawi meliputi:

0 Komentar