Dedi Mulyadi menawarkan uang mulai dari 1 juta, 3 juta, hingga 5 juta rupiah dengan satu syarat, Abah Sadri harus mencaci maki dan menghina Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat yang tidak becus dan tidak peduli pada rakyat kecil.
Meski sangat membutuhkan uang juntuk bertahan hidup, Abah Sadri dengan tegas menolak tawaran tersebut.
“Walaupun disuruh 5 juta, Abah tidak bisa mengatakan begitu,” ujar Abah Sadri dengan teguh.
Baca Juga:BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai BandungOperasional Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama
Baginya, menghina orang lain adalah tindakan kasar yang dilarang oleh ajarannya, dan ia lebih memilih untuk mendoakan kesehatan bagi orang lain daripada mencela demi uang.
Harapan Sederhana
Kini, Bah Sadri tetap tinggal di saung tersebut atas bantuan anak dari istri pertamanya.
Di tengah keterbatasannya, ia masih memiliki semangat untuk mandiri.
Ia berencana untuk mengurus kolam ikan (balong) dan memelihara ayam di sekitar saung tersebut agar memiliki penghasilan sendiri untuk membeli beras.
Kisah Abah Sadri menjadi pengingat tentang integritas dan martabat yang tidak bisa dibeli dengan uang, bahkan dalam kondisi yang paling terjepit sekalipun.
Abah Sadri membuktikan bahwa meski harta telah hilang, kehormatan diri harus tetap dijaga.
RENDIKA MARFIANSYAH.
