PASUNDANEKSPRES.CO- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kemandirian fiskal daerah masih menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang digelar digedung Kementerian Dalam Negeri, Senin, 27 April 2026.
“Otonomi daerah adalah tentang kemandirian. Tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kapasitas fiskal dan kemandirian ekonomi daerah,” ujar Bima Arya.
Baca Juga:BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai BandungOperasional Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama
Lebih lanjut, Bima Arya mengatakan kepala daerah kini dihadapi dengan tantangan di 3 klaster.
Klaster pertama yaitu di tingkat lokal.
Menurut dia, kepala daerah menghadapi tantangan yang tidak mudah yaitu dari tuntutan dari konstituen, pemilih, dan rakyat, dan warga.
“Kedua, tantangan di tingkat nasional; untuk mengawal program-program prioritas dan Asta Cita, karena otonomi daerah itu ditegaskan dalam poin ketujuh dari Asta Cita, demikian juga dalam RPJMN kita 2025 dan 2029. Dan yang ketiga adalah tantangan geopolitik di tingkat global. Lokal, nasional, dan juga global,” ungkapnya.
“Tidak mudah bagi kepala daerah untuk memastikan otonomi daerah berjalan seiring dengan tantangan lokal, nasional, dan global,” ujar dia.
Meski demikian, pemerintah mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan kepala daerah.
Sejumlah pemimpin daerah dinilai mampu mengubah tantangan menjadi peluang serta menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 29 kepala daerah disebut hadir dalam forum tersebut sebagai representasi praktik baik di berbagai wilayah.
“Kita selayaknya merayakan, mengapresiasi seluruh inspirasi-inspirasi tadi. Kita selayaknya bangga dan terus mendorong adanya ikon-ikon di daerah yang saling menginspirasi kepala daerah-kepala daerah yang lain. Angka-angka adalah patokannya, indikator-indikator adalah ukurannya,” imbuhnya.
Baca Juga:Setelah 22 Tahun Lebih, UU PPRT Disahkan, Bukti Keberpihakan Pemerintah Melindungi Pekerja KecilDedi Mulyadi Bakal Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Ledek Guru ke Barak Militer Juni Nanti
Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat kepala daerah berpuas diri.
“Jangan pernah berhenti pada angka-angka kepuasan. Jangan pernah kita abai dan terlena dalam capaian-capaian. Kita harus jujur bahwa masih banyak tantangan kita di depan,” tegasnya.
“Kita harus jujur untuk terus berjibaku mengatasi masalah kesenjangan antara daerah, kapasitas fiskal, integritas dari kepala daerah dan jajaran, dan juga regulasi yang sering juga menjadi kendala bagi teman-teman kepala daerah untuk melakukan inovasi,” sambung dia.
