Kapal Penghancur Amerika Dihajar Rudal Ghadr-380 dan Talaieh Iran, Picu Kebakaran Besar Saat Isi Bahan Bakar

Kapal Penghancur Amerika Dihajar Rudal Ghadr-380 dan Talaieh Iran, Picu Kebakaran Besar Saat Isi Bahan Bakar
Iran melalui The Islamic Revolution Guards Corps atau IRGC menyampaikan bahwa kapal penghancur Amerika dihajar ruda Iran pada Selasa 3 Maret lalu di Samudera Hindia.-
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO- Iran melalui The Islamic Revolution Guards Corps atau IRGC menyampaikan bahwa kapal penghancur Amerika dihajar rudal Iran pada Selasa 3 Maret lalu di Samudera Hindia.

Pihak IRGC menyampaikan jika kapal Amerika dihajar dengan rudal balistik dan rudal jelajah strategis Iran.

Serangan rudal ini merupakan serangan yang tidak di perkirakan oleh Amerika, pasalnya posisi kapal perusak saat itu berada cukup jauh hingga ratusan kilometer dari perbatasan Iran.

Baca Juga:Pertamina Buka Suara 2 Kapal Minyaknya yang Masih Terjebak di Selat HormuzKekhawatiran Cadangan Minyak Imbas Konflik Timur Tengah Dibahas Prabowo Bersama Para Mantan Presiden

Menurut IRGC, dua jenis rudal yang digunakan untuk menghajar kapal tersebut rudal Ghadr-380 dan Talaieh.

Rudal Ghadr adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer yang dirancang untuk serangan presisi dan penyebaran cepat.

Sedangkan rudal Talaieh adalah sistem rudal jelajah strategis yang mampu mencapai target hingga 1.000 kilometer jauhnya.

2 rudal yang digunakan merupakan rudal pintar yang dapat mengubah target di tengah misi yang menambah kemampuan dalam mengincar sasaran.

IRGC juga mengatakan jika kapal penghancur Amerika saat mendapatkan serangan berada lebih dari 600 kilometer dari perbatasan Iran.

Disebutkan jug ajika keberadaan kapal saat itu tengah melakukan pengisian bahan bakar dari kapal tanker Amerika.

Meskipun tidak ada pernyataan resmi dari pihak Amerika, namun IRGC menjelaskan jika serangan tersebut membuat kebakaran besar terhadap ke dua kapal.

Baca Juga:Jenderal Bintang Dua Israel Ancam Indonesia Tak Urus Perang, Connie Bakrie: Intelejen Mereka KuatTak Semua WNI di Iran Ingin Dievakuasi, Menlu Sugiono: Baru 15 Orang Siap Dipulangkan


Kapal perusak adalah kapal perang cepat, lincah, serta mampu digunakan untuk multi-misi.

Kapal yang berukuran 5.000 hingga 10.000 ton ini dirancang untuk perlindungan armada, serangan permukaan, anti-kapal selam, hingga memiliki pertahanan udara yang mumpini.

Serangan Iran ini merupakan rangkaian dari operasi True Promise 4 yang dilancarka Iran sebagai balasan atas agresi Israel-Amerika yang kembali meningkat dan mulai menargetkan Republik Islam pada hari Sabtu lalu.

Sejauh ini, IRGC telah menyerang banyak target sensitif dan strategis di dalam wilayah pendudukan, selain melancarkan serangan balasan terhadap banyak kepentingan Amerika di seluruh wilayah Asia Barat, termasuk yang berada di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Bahkan kapal induk Amerika Serikat Abraham Lincoln termasuk di antara target yang telah diserang selama operasi ini.

0 Komentar