5 Fakta Ketua BEM FH UBK Terima Suap Rp20 Juta, Keterlibatan Polisi dan Alumni Agar Tidak Demo di Istana

5 Fakta Ketua BEM FH UBK Terima Suap Rp20 Juta, Keterlibatan Polisi dan Alumni Agar Tidak Demo di Istana.
Sederet fakta Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin yang menerima suap Rp20 juta dari polisi usai aksi demonstrasi.---Dok.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO-Sederet fakta Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin yang menerima suap Rp20 juta dari polisi usai aksi demonstrasi.

Pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno yang menerima uang suap menjadi sorotan publik karena dinilai mencederai independensi gerakan.

Abdi Maludin sebagai Ketua BEM FH UBK mengaku menerima suap dari polisi untuk mengubah titik demonstrasi pada Senin, 15 Juni 2026.

Baca Juga:Omong Kosong Ketua BEM FH UBK Sebelum Ngaku Terima Uang Suap Cash: Kita Murni Kepentingan Rakyat!Siapa Sosok Aparat Suap BEM FH UBK Dibalik Aksi Demo Istana Negara? Ini Pengakuan Abdi Maludin

Tak hanya dinikmati sendiri, uang tersebut juga mengalir kepada Wakil Ketua BEM FH UBK, Ketua BEM FEB, Wakil Ketua BEM FEB, pengurus BEM FH, hingga alumni.

“Uang itu saya diberi cash, agar tidak turun ke Istana Negara, tetapi teman-teman tetap turun,” kata Abdi Maludin.

Adapun oknum yang dimaksud memberkan suap kepada Ketua BEM FH UBK berinisial AN.

Namun, tak diketahui sosok AN apakah anggota polisi dari Polres atau Polda setempat.

Fakta Ketua BEM FH UBK Terima Suap Rp20 Juta dari Polisi

Berikut sejumlah fakta Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin yang mengaku menerima suap dari oknum polisi.

1. Keterlibatan Alumni FH UBK dan Polisi

Uang suap kata Abdi diberikan dari oknum alumni FH UBK melalui aparat kepolisian yang meminta agar BEM UBK tidak melakukan aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara.

Baca Juga:Prabowo Minta Himbara Perluas Akses Kredit bagi UMKMPrabowo Resmi Teken Revisi UU Polri 2026, Atur Pensiun hingga Penempatan Polisi di Jabatan Sipil

Permintaan lainnya juga agar perwakilan massa aksi mau melakukan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden usai demo.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh BEM UBK dan mahasiswa di lingkungan kampus tersebut tetap melakukan demo di kawasan Patung Kuda.

Wakil Rektor III UBK Daniel Panda mengatakan berdasarkan penyelidikan, uang diberikan menjelang aksi demonstrasi.

“Melalui seorang oknum alumni fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian,” kata Daniel dalam konferensi pers di Kampus UBK, Cikini pada Selasa, 23 Juni 2026.

2. Terima Rp20 Juta untuk Kebutuhan Pribadi

Dalam kasus suap tersebut, Abdi mengaku menerima uang sebesar Rp20 juta.

Uang suap tersebut juga diberikan kepada alumni UBK, jajaran pengurus BEM FH UBK, dan pengurus BEM FE UBK.

0 Komentar