Soal Sekolah Curi Start Belajar Tatap Muka, DPRD: Kita Bina Kalau Bandel Kita Pidanakan

Ketua Komisi 4 DPRD SUbang Ujang Sumarna

SUBANG-Komisi Empat DPRD Subang menegaskan pihaknya akan memproses pidana kepada sekolah yang melanggar atuaran denga Mencuri Start pembelajaran Tatap muka.

“Jika ditemukan ada yang curi start kita bina dulu tapi kalau membandel kita akan pidanakan, dan saya sendiri yang akan melaporkanya,” Ujar Ketua Komisi 4 DPRD Subang Ujang Sumarna, Selasa (1/12).

Pihaknyapun telah melakukan sidak kebeberapa tempat dan menemukan ada sekolah dasar yang sudah melakukan belajar tatap muka. ”Kita temukan ada, dan kepala sekolahnya sudah membuat surat pernyataan di hadapan muspika dan kepolisian untuk tidak melakukan lagi,”katanya

Selanjutnya, pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Subang untuk terus melakukan pengawasan terhadap semua sekolah di Kabupaten Subang.

“Kami sudah bahas dengan Disdik, kami ingatkan ke kadisdik perintah seluruh korwil untuk mengawasi jangan sampai ada yang curi start,” tegasnya

Sementara itu, wacana adanya kemungkinan belajar tatap muka di sekolah pada januari 2021 mendatang, yang menjadi keputusan bersama beberapa kementrian, membuat mau tidak mau setiap pemerintahaan daerah mempersiapkan untuk merealisasikan keputusan tersebut.

Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang, berencana akan sesegera mungkin untuk memanggil Satgas Covid-19 Subang, melalui Ketua Komisinya Ujang Sumarna menjelaskan pada pasundan ekspres beberapa waktu lalu bahwa dewan ingin mengetahui pendapat Satgas Covid-19 Kabupaten Subang terkait wacana belajar tatap muka.

“Kita minggu ini rencana akan panggil Satgas, sejauh mana Kabupaten Subang bisa atau memungkinkan untuk belajar tatap muka, karena memang dari keputusan berasama kementrian itu pada prinsipnya mengembalikan lagi kebijakan tersebut pada setiap pemerintahaan daerah,” ungkapnya.

Ujang juga menyampaikan kekhawatirannya jika memang ternyata Kabupaten Subang tidak dalam kondisi yang tepat untuk memulai belajar tatap muka, menurutnya tidak usah dipaksakan, karena yang paling utama adalah justru kesehatan dari para peserta didik.

“Nanti hasilnya bagaimana pembicaraan dengan Satgas ya, kalau memang tidak memungkinkan ya tidak usah memaksakan untuk belajar tatap muka, tahan dulu saja, dari pada beresiko,” pungkasnya.(idr/ded)