Panglima TNI Pastikan Misi Prajurit UNIFIL di Lebanon Berakhir Mei 2026


Panglima TNI Pastikan Misi Prajurit UNIFIL di Lebanon Berakhir Mei 2026

Panglima TNI Jenderal Agus mengatakan penugasan prajurit TNI yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan berakhir pada Mei 2026-
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Panglima TNI Jenderal Agus mengatakan penugasan prajurit TNI yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan berakhir pada Mei 2026.

“Mei, memang sudah habis,” kata Agus, Kamis, 16 April 2026.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan kondisi terkini prajurit TNI yang sempat mengalami luka saat menjalankan tugas di wilayah tersebut.

“Ada yang sudah membaik,” ujarnya.

Dia mengatakan prajurit yang terluka saat ini tengah diproses untuk pemulangan ke Indonesia.

Pihaknya, memastikan prajurit tersebut akan mendapat perawatan.

“Alhamdulillah segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan,” ujarnya.

Baca Juga:Walikota Solo Bantah Tudingan Andre Rosiade Soal Stadion Manahan Mirip Sawah: Bisa Buat Tidur-tiduran!Seloroh Prabowo Saat Ucapkan Hari Kosmonaut untuk Putin: Banyak Anak Indonesia Diberi Nama Yuri Gagarin

“Yang satu orang ya, ini sudah sedang cari tiketnya untuk kembali,” imbuh dia.

Sebelumnya, 3 prajurit TNI dinyatakan tewas dan 1 lainnya luka-luka akibat insiden di Lebanon.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menjelaskan bahwa pada insiden 29 Maret, analisis lokasi dampak dan fragmen proyektil yang ditemukan di Posisi PBB 7-1 menunjukkan proyektil tersebut merupakan peluru utama tank kaliber 120 mm.

Peluru ini ditembakkan dari tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe.

“Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret,” tegasnya.

Sementara itu, kata Stephane, dua prajurit TNI lainnya gugur akibat bom rakitan atau improvised explosive device (IED). Stephane menyebut bom rakitan itu kemungkinan dipasang kelompok Hizbullah.

“Terkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire). Investigasi menilai, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” tuturnya.

MUAMMAR QADDAFI

0 Komentar