“(Orangtua) sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini,” ujar guru BK.
Menurut sang guru, hukuman tersebut bisa menjadi kebiasaan baik bagi siswa-siswi tersebut.
Sempat Syok dan Akan Dikirim ke Barak
Rupanya, para siswa yang menjalani hukuman akibat perundungan yang mereka lakukan tersebut sempat mengalami syok.
Hal tersebut diungkap guru BK SMAN 1 Purwakarta.
Tak hanya syok, para siswa pun sempat terpuruk.
“Sekarang sudah kuat, hadapi kembali,” ujarnya.
Dedi Mulyadi pun menekankan pentingnya pembinaan bagi para siswa.
Baca Juga:Menjawab Tantangan Traceability di Industri Sawit Nasional, Penting Untuk Tata Kelola BerkelanjutanKasus Siswa Hina Guru di SMAN 1 Purwakarta Berujung Skorsing Massal, FSGI Ingatkan Risikonya
“Mereka kan harus dibina, harus mengajar yang tidak baik jadi yang baik,” jelas Dedi.
Diungkap Dedi, sembilan murid tersebut nantinya akan dibina di barak militer.
“Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer, nanti bareng ketua osis yang sekarang,” ujar Dedi. Barak militer yang dipilih Dedi Mulyadi adalah markas Marinir di Jakarta.
RENDIKA MARFIANSYAH.
