Sosok Syamsiah, Guru di Purwakarta Maafkan dan Doakan Siswa yang Mengolok-oloknya

Sosok Syamsiah, Guru di Purwakarta Maafkan dan Doakan Siswa yang Mengolok-oloknya.
WAWANCARA - Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah, saat memberikan keterangan terkait insiden dugaan pelecehan oleh sejumlah siswa. Ia memilih memaafkan dan tetap berkomitmen membina karakter anak didiknya agar menjadi generasi berakhlak.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Guru SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah, memilih berbesar hati untuk memaafkan dan mendoakan siswa-siswanya yang viral mengolok-olok dirinya.

Dalam video yang beredar viral, Syamsiah yang tengah berjalan keluar kelas mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari siswa-siswanya.

Ada siswa yang mengacungkan jari tengah hingga menjulurkan lidah ke arah kamera, sementara Syamsiah menghadap ke arah berlawanan.

Baca Juga:Kemlu: Usulan Izin Terbang Militer AS Masih Dikaji, Kedepankan Politik Bebas AktifKKP Bikin Terobosan, Bakal Olah Ikan Sapu-sapu Jadi Pupuk Organik dan Pakan Ternak

Sejak video itu viral, insiden ini pun mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Adapun, Syamsiah yang juga dikenal dengan panggilan Bu Atun adalah guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Ia telah mengabdi menjadi guru selama 23 tahun, tepatnya sejak tahun 2003.

Saat insiden terjadi, Syamsiah mengaku tidak mengetahui bahwa siswa-siswanya itu merekam dirinya hingga viral di media sosial.

“Saya tidak tahu kalau direkam. Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain,” Syamsiah kepada Tribunjabar.id, Senin (20/4/2026).

Meski sempat merasa sedih, Syamsiah berusaha menguatkan diri melalui nilai-nilai keimanan yang diyakininya.

“Sedih itu manusiawi, tapi keimanan saya jadikan obat untuk menyembuhkan luka hati, agar anak-anak saya selamat dunia akhirat,” ucapnya.

Sejak 2003, ia mengaku baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini.

Maafkan dan Doakan Siswa

Syamsiah mengaku telah memaafkan para siswa yang terlibat dalam video yang viral tersebut.

Baca Juga:Keberangkatan Perdana Petugas Haji 2026, Wamen Dahnil Tekankan Kesiapan Mental PPIHHadiah Ultah Dedi Mulyadi, Dukung Ensiklopedia Sunda ke Panggung Dunia

Bukan hanya memaafkan, Syamsiah juga mendoakan mereka agar bisa menyadari kesalahan serta menjadi pribadi yang berakhlak baik.

“Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya,” katanya.

“Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” tutur Syamsiah.

Syamsiah juga menegaskan bahwa ia tidak memiliki sedikit pun niat untuk melaporkan siswa-siswanya.

Terapkan Mindset sebagai PendidikBagi Syamsiah, tujuan utamanya sebagai pendidik adalah membimbing dan memperbaiki perilaku anak didik, bukan menghukum.

“Saya tidak akan pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi dan selamat dunia akhirat,” katanya.

Menurut Syamsiah, kenakalan siswa tidak bersifat permanen. Ia meyakini setiap anak memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik, selama diberikan bimbingan dan kesempatan.

0 Komentar