PASUNDANEKSPRES.CO – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah tegas dengan melakukan pengawasan dan pendampingan khusus terhadap Rudy Mas’ud.
Kebijakan ini diambil Wamendagri Bima Arya menyusul banyaknya aduan masyarakat serta sorotan publik terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kalimantan Timur (Kaltim).
Wamendagri Bima Arya mengingatkan agar APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) digunakan dengan hati-hati dengan memperhatikan efisiensi.
Baca Juga:BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai BandungOperasional Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama
“Kaltim saat ini dalam pengawasan kami, dan sedang kita dampingi secara khusus. Karena banyak aduan dan juga kita mencermati opini yang ada di publik begitu ya,” kata Bima Arya di Kemendagri, Senin, 27 April 2026.
“Dan kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD. Agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi,” sambungnya.
Mantan Walikota Bogor ini mengakui pihaknya memberikan sejumlah catatan kepada Rudy Mas’ud.
Bahkan, kata dia, Kemendagri telah menurunkan tim Ditjen Otda.
Ia mengingtkan agar kepala daerah selalu memegang semangat efisiensi.
“Jadi ya Kaltim ini banyak catatan dari kami. Setiap perkembangan pasti kita sikapi. Ada dari Irjen yang kami turunkan ke sana gitu ya, teman-teman dari Otda yang juga berkomunikasi mengingatkan. Ya intinya, semangat efisiensi itu harus terus dipegang,” ungkapnya.
“Kita berharap ada semangat itu yang di yang disadari oleh kepala daerah termasuk oleh Pak Gubernur,” harapnya.
Sebagai informasi, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menjadi perbincangan masyarakat soal renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.
Bahkan, belum lama ini terungkap jika Rudy Mas’ud membeli kursi pijat senilai Rp 125 juta.
Baca Juga:Setelah 22 Tahun Lebih, UU PPRT Disahkan, Bukti Keberpihakan Pemerintah Melindungi Pekerja KecilDedi Mulyadi Bakal Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Ledek Guru ke Barak Militer Juni Nanti
Ia menjelaskan bahwa selama menjalankan tugas, dirinya kerap mengemudikan mobil dinas sendiri dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Oleh karena itu, menurutnya, keberadaan kursi pijat memang dibutuhkan untuk menunjang kondisi fisiknya yang kelelahan.
“Kursi pijat ada, kursi pijat memang diberikan di situ. Kasian Gubernurnya jalan bawa mobil sendiri dengan perjalanannya ribuan kilo. Kami kalau jalan sebenarnya nggak pernah ke publish, matahari belum terbit kami jalan. Matahari sudah tenggelam, kami belum sampai. Bawa sendiri lagi mobilnya,” kata dia dikutip dari saluran YouTube, Minggu 26 April 2026.
