Saryadi juga menjelaskan, nantinya pelaksanaan PJJ akan dilakukan dengan sistem sinkronus dan asinkronus.
Sebagian besar proses belajar, sekitar 70 persen, akan mengandalkan modul atau bahan ajar mandiri. Sementara sisanya diisi dengan sesi tutorial untuk membantu siswa memahami materi yang dianggap sulit.
Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan sistem ini. Pembelajaran dirancang agar tidak mengganggu aktivitas anak, termasuk bagi mereka yang harus membantu orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai BandungOperasional Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama
Bagi anak yang ingin mengikuti program ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi yang tengah disiapkan atau langsung ke sekolah induk terdekat. Selain itu, pihak sekolah juga akan melakukan pendekatan aktif dengan mendatangi rumah anak-anak yang belum bersekolah guna memastikan mereka tidak tertinggal akses pendidikan.
RENDIKA MARFIANSYAH.
