PASUNDANEKSPRES.CO-Israel bersiap menjadi tuan rumah salah satu acara terbesar komunitas LGBTQ di kawasan Timur Tengah melalui festival bertajuk Pride Land yang dijadwalkan berlangsung pada musim panas 2026.
Acara ini digadang-gadang menjadi festival LGBTQ terbesar di Timur Tengah dengan konsep unik berupa “Kota Kebanggaan” yang dibangun di kawasan Laut Mati.
Festival Pride Land akan digelar mulai 1 Juni selama empat hari penuh. Lokasinya berada di wilayah Gurun Yudea, yang akan disulap menjadi pusat hiburan dan destinasi wisata dengan berbagai fasilitas lengkap.
Baca Juga:BMKG Merilis Prakiraan Cuaca Jabar Sepekan ke Depan, Kilat hingga Angin Kencang Mengintai BandungOperasional Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama
Penyelenggara merencanakan pembangunan sekitar 15 hotel serta kompleks pantai yang akan menjadi pusat kegiatan festival.
Beragam acara hiburan seperti pesta musik, pertunjukan seni, hingga aktivitas komunitas akan berlangsung selama 24 jam non-stop.
Aaron Cohen selaku produser utama dan penggagas acara menyebut bahwa festival ini menjadi proyek terbesar yang pernah dirancang untuk komunitas LGBTQ di Israel, bahkan melampaui parade tahunan di Tel Aviv.
“Untuk melakukan investasi jutaan dolar, membeli seluruh hotel untuk empat hari, dan membangun kota dari nol di tengah gurun,” kata Cohen kepada JPost.
Ia juga menambahkan bahwa konsep festival ini tidak hanya berfokus pada pesta, tetapi menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi para pengunjung.
“Ini adalah pengalaman yang berlangsung 24/7, dari kunjungan yang tenang hingga malam-malam kebanggaan, dengan suasana musik dan orang-orang yang hidup,” tambahnya.
Konsep Festival Ramah Keluarga dan Multigenerasi
Meski dikenal dengan pesta dan hiburan malam, Pride Land juga dirancang sebagai festival inklusif yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Baca Juga:Setelah 22 Tahun Lebih, UU PPRT Disahkan, Bukti Keberpihakan Pemerintah Melindungi Pekerja KecilDedi Mulyadi Bakal Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Ledek Guru ke Barak Militer Juni Nanti
Penyelenggara menyiapkan area khusus untuk keluarga dan anak-anak, lengkap dengan kegiatan budaya, lokakarya, serta ruang santai untuk menikmati panorama Laut Mati.
Konsep ini bertujuan menciptakan ruang kebersamaan lintas generasi, sekaligus memperkuat hubungan antara wisatawan internasional dan masyarakat lokal.
Selain itu, festival ini juga diharapkan mampu mengangkat kembali citra Laut Mati sebagai destinasi wisata unggulan bagi komunitas LGBTQ global.
Dorong Pariwisata di Tengah Tantangan Geopolitik
Penyelenggaraan festival Pride Land juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pariwisata Israel yang terdampak situasi geopolitik di kawasan.
