Di Kabupaten Sumedang sendiri, berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah daerah, perputaran ekonomi yang dipicu oleh program MBG telah mencapai Rp137 miliar setiap bulan.
Melihat kondisi tersebut, anggota dewan dari Dapil Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang ini, mendorong agar pelaku usaha lokal mendapatkan ruang lebih besar dalam program ini. Keterlibatan petani, peternak, dan nelayan setempat dinilai penting, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasokan pangan untuk MBG.
Heri menyebutkan bahwa aspirasi terkait pelibatan pelaku usaha lokal kerap muncul dalam kegiatan pengawasan pemerintahan. Suara tersebut datang langsung dari masyarakat yang berharap program ini memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga:Kemlu: Usulan Izin Terbang Militer AS Masih Dikaji, Kedepankan Politik Bebas AktifKKP Bikin Terobosan, Bakal Olah Ikan Sapu-sapu Jadi Pupuk Organik dan Pakan Ternak
Aspirasi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah di berbagai tingkatan, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
“Sangatlah realistis jika pelaku usaha lokal dilibatkan penuh dalam program MBG karena ini merupakan upaya nyata dari pemerintah untuk memajukan sektor perekonomian di daerah melalui program MBG,” ujar Heri.
RENDIKA MARFIANSYAH.
