BELAJAR DARI RUMAH(BDR) BAGIAN TIGA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI ACEH, EFEKTIFKAH

BELAJAR DARI RUMAH(BDR) BAGIAN TIGA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI ACEH, EFEKTIFKAH
0 Komentar

Mekanisme kegiatan BDR Part III kali ini tidak berbeda dengan mekanisme sebelumnya yaitu 1) secara daring/jarak jauh/online, dimana guru memberikan materi pelajaran dan tugas yang bersumber dari buku paket dan sumber lainnya yang relevan kepada peserta didik melalui aplikasi atau SMS dan hasilnya dikirim oleh peserta didik kepada guru sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 2) Secara luring/manual/offline, dimana guru memberikan materi pelajaran dan tugas yang bersumber dari buku paket dan sumber lainnya yang relevan kepada peserta didik dan hasilnya dikumpulkan oleh peserta didik kepada guru sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kali ini penulis akan menguraikan tentang mekanisme pelaksanaan BDR Part III yang ditinjau dari peluang, tantangan dan keefektifan pelaksanaannya bagi seluruh kalangan di dunia pendidikan yang terdiri dari kalangan siswa, orang tua, guru dan sekolah.

Peluang
Pembahasan peluang dari pelaksanaan BDR Part III mengacu pada pengalaman dari pelaksanaan BDR Part I dan BDR Part II sebelumnya, bahwa pelaksanaan BDR sangat memungkinkan untuk diterapkan pada semua jenjang pendidikan mengingat tersedianya faktor-faktor pendukung yang memadai mulai dari perangkat yang digunakan, bahan ajar yang tersedia, jaringan pendukung serta yang tidak kalah penting adalah pengadaan kuota internet/SMS sebagai pendukung tambahan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan mekanisme daring. Untuk ini penulis akan mengupas secara rinci satu per satu faktor pendukung di atas. Pantauan penulis, hampir semua lapisan masyarakat Aceh saat ini memiliki alat komunikasi atau Hand Phone (HP). Sebagai bukti, ketika ada pendataan awal dari calon peserta didik, hampir semua siswa memiliki nomor HP, mulai dari nomor HP pribadi, nomor HP Ayah, Ibu, dan wali calon peserta didik, kecuali untuk beberapa siswa yang belum mempunyia nomor HP pribadi, tapi mempunyai nomor HP orang tua.

Selanjutnya untuk pengadaan kuota internet/SMS pun tidak ditemukan suatu kendala yang berarti. Peserta didik yang dengan ekonomi menengah keatas tidak ada kesulitan dalam hal ini, demikian juga mungkinpeserta didik yang kurang mampu telah diberikan bantuan beasiswa baik PIP, PKH, Stimulus PSBB dari pemerintah pusat dan dinas sosial dan khusus siswa yatim, piatu dan yatim piatu selalu diberikan bantuan beasiswa khusus dari Pemerintah Aceh. Jadi dari sisi dukungan finansial, pelaksanaan BDR tidak menjadi satu kendala, bahkan ini satu peluang yang sangat memungkinkan untuk diterapkannya pembelajaran BDR Part III dalam lingkungan pendidikan di Aceh secara daring.

0 Komentar