Pengalaman penulis pada pelaksanaan BRD sebelumnya kendala ini tidak ditemukan ditempat tugas penulis, bahkan peserta didik antusias mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan dan mengumpulkan tugas. Demikian juga dengan dukungan orang tua peserta didik, karena tugas yang dikumpulkan harus sepengetahuan otang tua dengan cara membubuhi tanda tangan di lembaran kerja peserta didik (LKPD).
Pelaksanaan BDR tidak akan berhasil dengan baik jika tidak didukung oleh orang tua. Kepala Dinas Pendidikan Aceh pernah menyampaikan himbauan kepada orang tua/wali peserta didik pada suatu ketika berkaitan dengan pelaksanaan BDR. “Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk melaksanakan kegiatan BDR. Kegiatan ini akan memberi peluang dan kesempatan yang lebih luas kepada orang tua untuk meningkatkan perannya dalam penanaman nilai-nilai kepribadian, nilai agama dan nilai-nilai sosial lainnya melalui pemahaman dan pembiasaan yang baik di lingkungan keluarga. Selama ini kebanyakan orang tua kurang memiliki kesempatan yang cukup untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, karena memang sebahagian besar waktu siswa dihabiskan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Saat ini waktu tersedia dalam jumlah yang relatif cukup, tinggal lagi bagaimana kualitas pemanfaatan kesempatan yang sangat berharga ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. Menyimak harapan Kepala Dinas Pendidikan Aceh tersebut, memang dukungan orang tua adalah mutlak dibutuhkan dalam suasana pandemi ini, dan telah terbukti bahwa dukungan tersebut betul-betul diberikan oleh otang tua peserta didik untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya ditengah bencana covid-19 ini.
Baca Juga:PSBB Bodebek Berlanjut, Gubernur Perpanjang hingga 2 JuliKlaim Penyaluran Bansos Hampir Satu Juta Paket
Selanjutnya peran serta guru sebagai penggerak berjalannya BDR. Pelaksanaan BDR Part Idan BDR Part II berjalan dengan normal walaupun ada sedikit kendala terutama bagi guru non PNS dalam hal pengadaan jaringan (kuota internet/SMS). Hal ini dapat diantisipasi dengan bantuan kuota/data internet oleh pihak sekolah, sehingga guru merasa tidak terbebani dengan pembelian kuota internet/SMS, dengan demikian diharapkan guru dapat dengan leluasa menyiapkan mater/bahan ajar kepada peserta didik sekaligus menyiapkan tugas/LKPD.Peran dan tanggung jawab moral seorang guru yang profesional sangat digharapkan dalam hal ini. Kemudian peran sekolah juga sangat penting dalam bemberikan dukungan moral dan finansial sewajarnya.
