Jika ini dibiarkan, ikan sapu-sapu yang berasal dari Amerika Utara akan merusak ekosistem sungai dan kali di Jakarta.
Menurut Pramono, ikan sapu-sapu dapat melahap habis ikan-ikan endemik dan juga merusak struktur turap kali.
“Ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive karena memang telurnya dimakan,” ujarnya.
Baca Juga:Pramono Bantah Izinkan Halte di Jakarta Pakai Nama Parpol: Enggak Lah, Saya BercandaGurihnya Tata Kelola Tambang Nikel, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Resmi Jadi Tersangka
Pramono menargetkan, seberat 200 kilogram (Kg) ikan sapu-sapu dapat ditangkap dari aliran kali RW06 Kelurahan Kelapa Gading Barat.
Nantinya ikan sapu-sapu yang berhasil dijaring, akan dimusnahkan dengan cara dikubur di halaman kantor RW06.
Dalam perburuan ikan sapu-sapu tersebut, Pemprov DKI menerjunkan personel gabungan yang terdiri dari PPSU, Pasukan Biru, dan dibantu personel TNI AL dari Puspomal.
Personel gabungan tersebut melakukan penangkapan ikan sapu-sapu dengan cara konvensional yakni dijaring menggunakan jala dan serokan sampah.
MUAMMAR QADDAFI
