Misteri Tewasnya Penggembala Sapi di Baluran, Ditemukan Meninggal Sisa Tulang Belulang

Misteri Tewasnya Penggembala Sapi di Baluran, Ditemukan Meninggal Sisa Tulang Belulang
Jasad Kakek di Situbondo yang Hilang Saat Menggembala Sapi di Hutan Taman Nasional Baluran Ditemukan-@situbondoinfo/
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO- Seorang penggembala sapi bernama Suwardi alias Pak Weli yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan hutan Taman Nasional Baluran akhirnya ditemukan pada Kamis, 16 April 2026.

Nahasnya, korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tinggal tulang belulang saja.

Identifikasi dilakukan berdasarkan ciri-ciri yang dikenali keluarga, termasuk pakaian yang terakhir dikenakan korban.

Baca Juga:Pramono Bantah Izinkan Halte di Jakarta Pakai Nama Parpol: Enggak Lah, Saya BercandaGurihnya Tata Kelola Tambang Nikel, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Resmi Jadi Tersangka

Dugaan sementara, Suwardi tewas secara mengenaskan karena diterkam oleh binatang buas yang ada di wilayah Hutan Taman Nasional Baluran.

“Kalau dilihat dari jejak rerumputan kemungkinan dimangsa binatang buas,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar akun Instagram @situbondoinfo.

“Menurutnya saya antara macan tutul dan macan kumbang. husnul khotimah,” sahut yang lain.

“Perlu diselidiki penyebab Kematian,sebab jika Hewan Buas/sejenis Kucing Besar sudah pernah mencicipi daging Manusia,maka berbahaya utk warga setempat yg beraktifitas di sekitar lokasi yg sama.Jadi bisa menjaga jarak agar tdk terjadi Konflik dgn Hewan Liar,” kata netter.

Dilaporkan Hilang Saat Menggembala Sapi

Suwardi yang merupakan kakek berusia 68 tahun, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu, 4 April 2026.

Menurut laporan, diketahui Suwardi berangkat ke hutan Baluran untuk menggembala sapi seperti aktivitas hariannya.

Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

Baca Juga:Pengembangan CitraRaya Tangerang Berlanjut dengan Pilihan Kavling di Kawasan TerpaduPanglima TNI Pastikan Misi Prajurit UNIFIL di Lebanon Berakhir Mei 2026


Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa laporan kehilangan diterima pada Minggu, 5 April 2026.

Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan pencarian di kawasan hutan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga tim SAR dari Banyuwangi.

Upaya pencarian dilakukan secara intensif selama beberapa hari dengan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, Suwardi dalam kondisi sehat sebelum hilang dan tidak memiliki riwayat penyakit serius. Ia juga sempat terlihat oleh warga lain sebelum masuk ke kawasan hutan.

Ciri-ciri Korban dan Lokasi Pencarian

Saat dilaporkan hilang, korban memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 165 cm, berpostur kurus, berkulit sawo matang, dan berambut keriting pendek.

0 Komentar