Hadiah Ultah Dedi Mulyadi, Dukung Ensiklopedia Sunda ke Panggung Dunia

Hadiah Ultah Dedi Mulyadi, Dukung Ensiklopedia Sunda ke Panggung Dunia.
GEBRAKAN DEDI MULYADI: Dedi Mulyadi saat berdiskusi dengan Prof Bagus Muljadi yang memberinya hadiah Ensiklopedia Sunda. - Dedi Mulyadi siap dukung penerjemahan Ensiklopedia Sunda dikenalkan ke panggung dunia.
0 Komentar

Sains adalah metodologi untuk memahami hal-hal misterius tersebut, sedangkan “saintisme” adalah pandangan sempit yang hanya mempercayai apa yang bisa dibuktikan di laboratorium.

Rencana ke Depan

Setelah mendengar dan diskusi mengenai isi dan tujuan Ensiklopedia Sunda tersebut, Dedi Mulyadi yakin karya tersebut sangat berguna dan menjadi terobosan baru.

Dedi Mulyadi pun menyinggung para akademisi, kampus yang produktif di bidang teknokrasi seperti ITB, Unpad hingga UPI, bisa menjadikan filosofi dan ideoligis kesundaan sebagai basic teknokratik.

Baca Juga:Pramono Bantah Izinkan Halte di Jakarta Pakai Nama Parpol: Enggak Lah, Saya BercandaGurihnya Tata Kelola Tambang Nikel, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Resmi Jadi Tersangka

Hal itu pun disetujui Prof Bagus, dan mengungkap bahwa isi Ensiklopedia Sunda tersebut sangat kaya bahkan melingkupi berbagai bidang seperti sosiologi, humaniora hingga teknologi.

Dari diskusi tersebut, Dedi Mulyadi berpesan mengenai pembangunan bisa diselaraskan dengan ideologi leluhur.

“Yang ingin saya sampaikan adalah membangun itu berguru pada masa lalu, pada leluhur kita yang telah menciptakan peradaban Adi Luhung yang melahirkan keselarasan manusia. Saya sebagai orang Sunda mengatakan maka saya harus berguru pada leluhur,” ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi berharap dari Ensiklopedia Sunda tersebut juga menjadi sumber pengambil keputusan dalam membangun dunia.

“Ini juga bisa menjadi ilmu pengetahuan pada seluruh pengambil keputusan agar mengambil keputusannya didasarkan pada nalar, pada rasa dan pada kausalitas,” tambahnya.

Kemudian terkait Ensiklopedia Sunda tersebut, Prof Bagus mengungkapkan akan menyediakan buku tersebut secara online melalui repositori di Universitas Nottingham.

Rencananya ia juga akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris agar dunia mengetahui epistemologi Sunda.

Baca Juga:Pengembangan CitraRaya Tangerang Berlanjut dengan Pilihan Kavling di Kawasan TerpaduPanglima TNI Pastikan Misi Prajurit UNIFIL di Lebanon Berakhir Mei 2026


Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi antusias dan mendukung langkah Profesor Bagus Muljadi tersebut.

Namun, Profesor Bagus mengingatkan agar masyarakat Sunda juga penting mengenal leluhurnya sendiri lewat Ensiklopedia Sunda yang kini akan diperkenalkan kepada dunia.

“Jangan sampai yang lebih tahu Sunda nanti orang Inggris nanti,” ujar Prof. Bagus berkelakar.

Lebih lanjut, Prof. Bagus juga mengungkap bahwa masih banyak ideologi daerah lain di Nusantara yang tak seberuntung masyarakat Sunda memiliki inisiatif untuk menuliskan sejarah dan peradabanannya.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya juga untuk mendukung dan mensponsori penelitian serupa bagi seluruh wilayah Nusantara guna melestarikan karya-karya besar leluhur.

0 Komentar